Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Januari 2010

The Art Of War dari Sunda


BAGAIMANA strategi orang Sunda dulu berperang, belum banyak dibahas. Naskah Sanghyang Siksakandang Karesian hanya menyebutkan nama-nama strategi perang yang diterapkan paling tidak sampai abad ke-16.
Dalam Sanghyang Siksakandang Karesian disebutkan, hanya panglima peranglah yang tahu 20 stretegi ini. (Saleh Danasasmita, dkk., 1987)
Tulisan ini mencoba mendeskripsikan strategi perang dimaksud. Mudah-mudahan bisa jadi bahan kajian yang lebih mendalam untuk berbagai pemanfaatan. (untuk ngehajar malingshit tentunya)

1. Makarabihwa.
Cara mengalahkan musuh dengan tidak berperang. Mengalahkan musuh dari dalam musuh itu sendiri, dengan menggunakan kekuatan pengaruh. Praktik merusak kekuatan musuh dari dalam agar merasa kalah sebelum berperang.

2. Katrabihwa
Posisi prajurit saat menyerang musuh, ada yang ditempatkan di atas, biasanya dengan menggunakan senjata panah, dan prajurit yang di bawah, biasanya menggunakan tombak dan berkuda.


3. Lisangbihwa
Sebelum perang dimulai, Panglima Perang/Hulu Jurit mengumpulkan pasukan tempurnya agar seluruh prajurit berteguh hati menjadi pasukan yang berani dan bersemangat berperang untuk mengalahkan musuh walaupun kekuatan lebih kecil.


4. Singhabihwa
Mengalahkan pertahanan musuh dengan cara menyusup. Para penyusup merupakan tim kecil yang jumlahnya hanya lima orang, terdiri atas ahli perang, ahli strategi, dan ahli memengaruhi musuh. Musuh terpengaruh oleh strategi yang kita lancarkan sehingga pada tahap ini musuh hancur oleh pikirannya sendiri. Waktunya sangat lama.


5. Garudabihwa
Memusatkan kekuatan pasukan pada posisi yang tersebar di beberapa titik penting yang telah ditentukan untuk pertempuran. Kekuatan di setiap titik jumlahnya 20 orang. Dengan simbol-simbol khusus, prajurit yang tersebar itu akan menyerang secara berbarengan
dan sekaligus, kemudian menyebar kembali untuk mempersiapkan penyerangan berikutnya.


6. Cakrabihwa
Menyusupkan beberapa orang prajurit ke benteng pertahanan musuh dengan cara rahasia dengan tujuan utama untuk menyusupkan persenjataan yang kelak akan digunakan oleh pasukan saat bertempur. Mereka harus prajurit yang sangat terlatih dan mengetahui medan, serta mengetahui cara-cara penyusupan.


7. Sucimuka
Upaya pembersihan musuh setelah perang usai sebab biasanya masih ada musuh yang berdiam di persembunyian. Para prajurit harus mengetahui daerah-daerah yang pantas digunakan sebagai tempat berlindung dan menjadi persembunyian musuh yang sudah tercerai-berai.
Prajurit harus mengetahui jalan-jalan yang dijadikan tempat untuk meloloskan diri. Pembersihan ini sangat penting agar musuh tidak menghimpun kekuatannya kembali.


8. Brajapanjara
Mendidik beberapa orang musuh agar bekerja untuk pihak kita. Setelah dianggap tidak membahayakan, mereka dilepas kembali ke daerahnya untuk dijadikan mata-mata. Orang itulah yang akan mengirimkan informasi mengenai kekuatan musuh, seperti jenis dan jumlah senjata yang mereka miliki, dan strategi perang apa yang akan digunakan. Harus sangat hati-hati saat mendidiknya.


9. Asumaliput
Setiap prajurit harus mengetahui tempat berlindung atau bersembunyi serta tidak akan diketahui musuh, seperti di dalam gua, tetapi harus pandai melihat situasi.


10. Meraksimpir
Cara berperang ketika prajurit berada di daerah yang lebih rendah, sedangkan musuh berada di daerah yang lebih tinggi. Bila posisinya demikian, pasukan dipersenjatai dengan tombak dan berkuda.


11. Gagaksangkur
Cara berperang ketika prajurit berada di daerah yang lebih tinggi, sedangkan musuh berada di bawah. Cara mengalahkan musuh dari atas, seperti cara meloncat atau menghadang.


12. Luwakmaturut
Gerakan untuk memburu musuh yang kabur dari lapangan pertempuran. Prajurit harus tahu cara pengejaran yang paling cepat di berbagai medan yang berbeda. Pengejaran musuh harus sampai di tempat persembunyiannya, apakah di air, atau yang lari ke dalam hutan.


13. Kudangsumeka
Cara menggunakan pedang yang lebih kecil. Bila menyusup ke daerah musuh, prajurit harus mengetahui cara-cara menyembunyikan pedang/senjata itu agar tidak diketahui musuh.


14. Babahbuhaya
Cara menghimpun kekuatan prajurit pada saat pasukan tertekan dan terjepit musuh, seperti cara/upaya memulihkan mental, semangat, dan kekuatan prajurit. Dilatihkan ke mana harus berlari, jangan sampai berlari ke daerah kekuatan musuh. Cara bagaimana bila saat berlari ada musuh di depan, atau musuh yang terus mengejar, serta cara bagaimana memilih tempat perlindungan. Bila terlihat aman, prajurit merundingkan upaya penyelamatan dan merencanakan penyerangan balik.


15. Ngalinggamanik
Prajurit yang sudah terlatih dipersenjatai dengan senjata rahasia, atau senjata keramat kerajaan, seperti tombak. Prajurit dilatih untuk mengendalikan senjata keramat itu, bila tidak, bisa-bisa prajurit itu yang terpental atau pingsan.


16. Lemahmrewasa
Cara berperang di hutan belantara atau di tempat-tempat yang rimbun, terutama ketika pasukan dalam keadaan terdesak dengan senjata pasukan yang sudah tidak mampu melayani kekuatan persenjataan musuh. Semua potensi yang bisa digunakan sebagai
senjata dimanfaatkan, seperti batu atau batang pohon.


17. Adipati
Teknik untuk melatih prajurit yang akan dijadikan prajurit dengan kemampuan khusus. Pasukan komando yang mempunyai kemampuan perseorangan yang tangguh dan dapat diandalkan.


18. Prebusakti
Setiap prajurit dibekali latihan keahlian khusus seperti tenaga dalam agar senjata lebih berisi, lebih matih, punya kekuatan mengalahkan musuh secara luar biasa.


19. Pakeprajurit
Sering kali raja menitahkan untuk tidak berperang. Prajurit terpilih, yaitu prajurit yang sudah terlatih untuk berunding, mengadakan perundingan-perindingan sehingga musuh dapat dikalahkan tanpa berperang. Namun, Panglima Perang/Sang Hulu Jurit, sesungguhnya menghendaki kemenangan dengan cara berperang.


20. Tapaksawetrik
Cara-cara berperang di air. Bagaimana cara mengelabui musuh agar tidak mengetahui pergerakan prajurit, serta cara-cara menggunakan senjata di air, seperti di sungai. Prajurit harus terlatih untuk mendekati musuh melalui jalan air.


Persenjataan yang digunakan dalam perang pada zaman itu pada umumnya sudah berupa senjata dari logam, apakah itu tombak ataupun pedang. Peninggalan senjata yang ditemukan di beberapa tempat di Jawa Barat, masih dapat dilihat di Museum Nasional di Jakarta (Lihat Dr. N.J. Krom, Laporan Kepurbakalaan Jawa Barat 1914). Sementara itu, kendaraan yang digunakan saat bertempur pada umumnya adalah kuda.
Tulisan ini merupakan upaya pendahuluan untuk mengetahui deskripsi dari setiap istilah strategi perang yang terdapat dalam Sanghyang Siksakandang Karesian.
Continued »»

Rabu, 14 Januari 2009

Riset Kaos Kaki


Ok guys, onlen lagiy nih.
Kali ini kita membahas tentang kaos kaki. Yup kaos kaki sodara2. Emang gak ada topik yang berbobot apa untuk ditulis?. Or udah kehabisan ide mo nulis apa lagi?. Sebenarnya bukan capek mikir n gak ada ide sodara2, tapi saat ini orang nyang punya blog ini udah cape mikir yang berat-berat n bikin pikiran stres berat.

Ada apa sih dengan kaos kaki?. Siapakah penemu kaos kaki??.
Memang benda yang selalu membungkus sebagian besar kaki umat manusia ini tergolong sebuah benda yang unik. Apa sih keunikannya? Ini dia keunikannya yang sudah ane susun n udah siap ane seminarkan dalam disertasi kuliah ane (hehehe). Baca dengan teliti :


1. Kaos kaki selalu berjumlah sepasang. Anda tidak akan menemukan manusia yang tidak mengalami kerusakan syaraf akut yang akan memakainya cuma satu aja. Apalagi seorang pedagang linglung yang menjualnya cuma buat satu kaki aja, sedangkan buat kaki yang lain silahkan pilih yang lain. Gak pernah ketemu tuh, pedagang sedeng yang menjual kaos kaki buat kaki kanan or kaki kiri aja. Biasanya yang nyariin kaos kaki cuman satu itu biasanya mahasiswa yang lagi dalam masa orientasi dan sedang dikerjain ama seniornya. Disuruh make kaos kaki yang berbeda n sangat norak di kaki kiri n kanan.

2. Kaos kaki akan menjadi bau jika anda memakainya lebih dari 3 hari. Dan baunya itu bisa anda ganti-ganti tergantung kepribadian anda (hohoho). Jika anda memiliki kepribadian yang rajin (rajin memakai kaos kaki yang nggak ganti-ganti), maka kaos kaki anda akan berbau terasi. Lumayanlah buat sambel makan siang. Biasanya hal ini terjadi pada anak kost yang males nyuci. Kayak yang punya blog ini(hwahahahaha). Dan akan berbau sapi jika anda pribadi yang bersahaja (Pake kaos kaki 3 bulan sahaja).

3. Kaos kaki merupakan benda yang universal. Semua orang memakainya. Presiden, pengusaha kiai, haji, dosen, tukang becak. Anda tidak akan ditilang ama polisi jika menyetir make kaos kaki. Belum pernah tuh saya dengar ada orang yang kena tilang karena menyetir make kaos kaki.(ya iyalah)

4. Kaos kaki harus anda pakai jika anda ingin menghadiri acara penting, seperti sunatan, kondangan, belajar, ketemu presiden, ke luar angkasa. Bahkan kalo anda mau ke wc sekalipun, anda harus memakai kaos kaki (terserah).

5. Kaos kaki dapat menyerap keringat pada sela-sela jari kaki dan membuat jari-jari kaki selalu tetap kering dan menjaga dari bakteri yang menyebabkan bau kaki dan jamur. Tapi jika anda memakainya seperti pada point ke-2. make kaos kakinya yang menjadi sarang bakteri dan jamuran.

6. Kaos kaki bisa membuat anda gila .Harap diperhatikan baik-baik ini sangat berbahaya. Jika anda memiliki 1000 pasang kaos kaki, dan semuanya numpuk jadi satu. Dan anda harus ke kantor secepatnya dalam jangka waktu 5 menit. Hayooo... Cepet cari kaos kakinya yang sesuai. Stress kan???

Nah gitu aja deh riset saya tentang kaos kaki. Mudah2 an ada manfaatnya.

Sodara2 biasakanlah memakai kaos kaki dari usia dini. Karena mencegah impotensi, gangguan kehamilan, dan mencegah kaki bau terasi!
Kalo tidak kita yang memakai siapa lagi coba!






Continued »»

Kamis, 27 November 2008

My Little Reactor


Puisi Seorang Chemical Engineer yg gak lulus2

Sayangku….
Akhirnya hari ini aku telah menyelesaikan run yang ke-3.
Ternyata methanolisis trigliserida memang harus
berlangsung secara eksothermis
dengan bantuan katalis basa Grace Davison pada suhu optimal 70oC.
Begitu banyak design proses
stoikiometri yang berwujud
persamaan neraca massa dan energy balance
yang telah kita kalkulasi selama ini.


Baik itu berupa laju alir volumetric,
konsentrasi slurry,power pump, pressure drop, friction factor
serta heat loss yang mudah sekali berubah seiring waktu
yang mengikuti persamaan integral dT/dx.

Aku masih ingat ketika menghitung Reynold Number-mu.
Ternyata NRe-mu lebih dari 10.000
yang menandakan keturbulenan pola aliran asmaramu.
Aku memang terlalu egois
dalam mengatur sistem control emosimu,
temperatur hatimu dan konsentrasi perasaanmu.
Aku begitu egois untuk merubah transformasi dirimu.
Semua itu kulakukan semata-mata
supaya termodinamika reaksi kita berlangsung secara efektif dan efisien.
Agar reaktan cinta kita terkonversi sempurna 100%
dengan reaction yield lebih besar dari 85%.

Sayangku....
Seandainya kita bisa saling mentransfer panas asmara kita.
Tak peduli apakah itu secara konduksi, konveksi ataupun radiasi.
Asalkan sesuai dengan hukum relativitas einstein E=mc2
dan persamaan ideal PV=nRT.
Pastilah molekul cintaku dan cintamu bersatu
membentuk suatu senyawa stabil
dengan ikatan atom rangkap yang kuat,
tidak bisa dipengaruhi oleh daya tarik radikal bebas
yang tidak bertanggungjawab dan mengotori permukaan aktifnya.

Aku yakin sekali,
kita pasti bisa membentuk suatu larutan yang homogen
dimana pada setiap titik dalam lerung hati kita
memiliki konsentrasi yang sama.

Walaupun sekat-sekat di hati kita begitu kuat dan tebal,
bukankah konsentrasi hati kita juga bisa sama jika kita merendahkan diri untuk berdifusi? Biarlah aku saja yang berdifusi,
kan konsentrasiku lebih tinggi dibandingkan konsentrasimu?

Senyawa cinta kita pasti aman untuk disimpan karena flash point-nya tinggi.
Viskositas yang rendah,
serendah viskositas solar sebelum diinjeksikan ke dalam ruang bakar mesin diesel.

Dan juga boiling point yang tidak melebihi 100oC,
serta tidak se-eksplosif trinitrogliserin.
Dan aku juga tak ingin struktur cinta kita
serumit polimer plastis sintetis,
apalagi sebesar bobot enzim yang berperan sebagai biokatalis.

Sayangku....
Aku tak peduli apa kata Perry,. Mc Cabe, Geankoplis,
Brownell, Coulson, Smith, Van Ness
maupun Himmelblau tentang design reactor cinta kita.
Biarlah kita merancang sendiri
seberapa tinggi kolom destilasi kita.
Seberapa tebal flanges kita.
Kalau cost estimation-nya sesuai,
aku akan membuatmu sekokoh cooling tower
dan seanggun evaporator,
dan secantik continuous stirred tank reactor.

Aku akam melengkapimu dengan heat exchanger,
vaporizer, condenser,coil, filters, buble cup, tanki storage,
bahkan kalau perlu aku tambahkan kolom fraksionasi hidrokarbon.
Dan sebagai agitatormu aku tambahkan picth blade turbine saja ya.

Sayangku….
Maaf kalau selama ini
aku disibukkan dengan Operasi Teknik Kimia,
Aplikasi dan Komputasi Numeris.
Setiap hari aku selalu berhadapan
dengan mbak Termodinamika Teknik Kimia,
teman akrabku adalah mas Transfer Massa-Panas dan Momentum, masKalkulus
dan teman diskusiku adalah si kembar imut Teknik Reaksi Homogen-Heterogen,
serta teman kostku adalah om Chemical Engineering Design,
serta miss cantik Proses Industri Kimia
yang selalu datang dalam setiap mimpiku
dan sangat mempesona hasrat intelektualku.

Maaf juga kalau secara sembunyi-sembunyi
aku berkencan dengan fixed bed reactor,
pacaran sama Evaporator, dinner sama plugflow reactor,
dan malam mingguan dengan fermentor.

Tapi saat ini aku benar-benar jatuh cinta padamu.
seriusss
My Little Reactor

Continued »»

Senin, 03 November 2008

Pembentukan Hujan


Bagaimana hujan terbentuk masih merupakan misteri besar bagi orang-orang dalam waktu yang lama. Baru setelah radar cuaca ditemukan, bisa didapatkan tahap-tahap pembentukan hujan.

Pembentukan hujan berlangsung dalam tiga tahap. Pertama, "bahan baku" hujan naik ke udara. Lalu awan terbentuk. Akhirnya curahan hujan terlihat.

Tahap-tahap ini ditetapkan dengan jelas di Al-Qur'an berabad-abad yang lalu

yang memberi informasi yang tepat mengenai pembentukan hujan:

Dialah Allah Yang mengirimkan angin yang menggerakkan awan; lalu Ia membentangkannya di langit sesuai dengan kehendak-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal, lalu kau lihat air hujan keluar dari celah-celahnya; maka bila Ia menurunkannya kepada siapa saja dari hamba-hamba-Nya yang Ia kehendaki, mereka pun bergembira ria. (Surat ar-Ruum, 48)

Kini mari kita amati tiga tahap yang disebutkan dalam ayat ini.

TAHAP 1: "Dialah Allah Yang mengirimkan angin..."

Gelembung-gelembung udara yang tak terhitung yang dibentuk dengan pembuihan di lautan yang pecah terus-menerus dan menyebabkan partikel-partikel air tersembur menuju langit. Partikel-partikel ini, yang kaya akan garam, lalu diangkut oleh angin dan bergerak ke atas di atmosfir. Partikel-partikel ini, yang disebut aerosol, membentuk awan dengan mengumpulkan uap air di sekelilingnya, yang naik lagi dari laut, sebagai titik-titik kecil dengan mekanisme yang disebut "perangkap air".

TAHAP 2: "...dan yang menggerakkan awan; lalu Ia membentangkannya di langit sesuai dengan kehendak-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal..."

Awan-awan terbentuk dari uap air yang mengembun di sekeliling butir-butir garam atau partikel-partikel debu di udara. Karena air hujan dalam hal ini sangat kecil (engan diamter antara 0,01 dan 0,02 mm), awan-awan itu bergantungan di udara dan terbentang di langit. Jadi, langit ditutupi dengan awan-awan.

TAHAP 3: "...lalu kau lihat air hujan keluar dari celah-celahnya."

Partikel-partikel air yang mengelilingi butir-butir garam dan partikel-partikel debu itu mengental dan membentuk air hujan. Jadi, air hujan ini, yang menjadi lebih berat daripada udara, bertolak dari awan, dan mulai jatuh ke tanah sebagai hujan.

Semua tahap pembentukan hujan telah diceritakan dalam ayat-ayat Al-Qur'an. Selain itu, tahap-tahap ini dijelaskan dengan urutan yang benar. Sebagaimana fenomena-fenomena alam lain di bumi, lagi-lagi Al-Qur'an-lah yang menyediakan penjelasan yang paling benar mengenai fenomena ini dan juga telah mengumumkan fakta-fakta ini kepada orang-orang pada ribuan tahun sebelum ditemukan oleh ilmu pengetahuan.

Menghidupkan Negeri Yang Sudah Mati

Dalam Al-Qur'an, terdapat banyak ayat yang mengundang perhatian kita pada fungsi istimewa hujan, yakni "memberi kehidupan kepada negeri yang sudah mati":

Kami menurunkan air bersih dari langit. Dengan itu Kami hidupkan negeri yang sudah mati, dan Kami beri minum segala yang Kami ciptakan, hewan ternak dan manusia yang banyak. (Surat al-Furqaan, 48-49)

Di samping menyediakan air untuk bumi, yang merupakan kebutuhan makhluk hidup yang tak terelakkan, hujan juga mempunyai pengaruh penyuburan.

Air hujan yang mencapai awan setelah diuapkan dari laut mengandung zat-zat tertentu "yang menghidupkan" negeri yang telah mati. Air "pemberi kehidupan" ini disebut "air tensi permukaan". Air tensi permukaan terbentuk pada tingkat puncak permukaan laut yang oleh para biolog disebut "lapisan mikro". Di lapisan ini, yang ketipisannya kurang dari sepersepuluh milimeter, terdapat banyak sisa organik yang disebabkan oleh polusi zooplankton dan ganggang mikroskopik. Beberapa sisa ini menyeleksi dan menghimpun dalam lubuk mereka beberapa unsur yang amat jarang di air laut, seperti fosfor, magnesium, potasium, dan beberapa logam berat seperti tembaga, seng, kobalt, dan timah. Air yang bermuatan "penyubur ini" terangkat ke langit oleh angin dan setelah beberapa saat kemudian jatuh ke tanah di dalam air hujan. Benih dan tanaman di bumi mendapati banyak garam metalik dan unsur-unsur yang esensial bagi pertumbuhan mereka di sini di air hujan ini. Peristiwa ini diungkapkan di sebuah ayat lain dalam Al-Qur'an:

Dan Kami turunkan dari langit air yang membawa berkah, dan dengan itu Kami tumbukan kebun-kebunan dan biji-bijian yang dapat dipanen. (Surat Qaaf, 9)

Garam-garam yang jatuh dengan hujan merupakan contoh kecil unsur-unsur tertentu (kalsium, magnesium, potasiom, dsb.) yang dipakai untuk menambah kesuburan. Logam-logam berat yang terdapat di tipe-tipe aerosol ini merupakan unsur lain yang menambah kesuburan dalam pertumbuhan dan pemproduksian tanaman.

Tanah tandus bisa dilengkapi dengan semua unsur yang esensial bagi tanaman dalam periode 100 tahun hanya dengan penyubur yang dicurahkan dengan hujan. Hutan-hutan juga berkembang dan makan dengan bantuan aerosol yang berbasis-laut. Dengan cara ini, 150 juta ton penyubur jatuh ke seluruh permukaan tanah setiap tahun. Jika tidak ada penyuburan alamiah seperti ini, maka tidak akan ada tanaman di bumi, dan keseimbangan ekologis akan cacat.

Yang lebih menarik adalah bahwa kebenaran ini, yang hanya bisa ditemukan oleh sains modern, telah diungkapkan oleh Allah berabad-abad yang lalu.

Continued »»

Template by:
Free Blog Templates